Produksi Kelapa Pariaman 11 Juta Setahun
Written by Administrator    Friday, 30 July 2010 06:38    PDF Print E-mail

Jumlah pohon kelapa di Kota Pariaman mencapai 260 ribu batang lebih dengan produksi sebanyak 11 juta buah per tahunnya, kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan, Pemkot Pariaman, Syaiful Rizal, di Pariaman, Kamis (29/7/2010).    

Jumlah itu tercatat untuk dua tahun terakhir, yang menjadi peluang usaha cukup menjanjikan apabila dikelola secara maksimal, katanya.

Sejauh ini, kata Syaiful, Pemkot Pariaman telah melakukan pengolahan dalam bentuk VCO, nata de coco, briket, dan bahan baku dari sabut kelapa.

Menurutnya, cara pengolahan kelapa lainnya merupakan sebuah tantangan yang tengah dihadapi, yakni bagaimana cara memanfatkan kelapa ini menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual dan dapat dijadikan sebagai sebuah peluang usaha baru bagi masyarakat.

Pemkot sendiri, katanya, juga telah menggelar pelatihan mengolah lidi kelapa. Sebelumnya, lidi hanya dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat terutama kaum ibu untuk digunakan sebagai alat membersihkan halaman saja.

Ia menjelaskan, dalam pengolahan tersebut tidaklah sulit karena hanya menggunakan teknologi sederhana sehingga akan dengan mudah dapat dipelajari dengan harapan akan dapat meningkatkan pendapatan dan menopang kebutuhan keluarga.

Kini Pemkot Pariaman melakukan peremajaan terhadap kelapa-kelapa, sebab pascagempa, tanaman kelapa banyak ditebangi untuk membuat rumah-rumah warga. Penebangan batang kelapa itu, katanya, telah mendapatkan legalitas dari pihak terkait, menyusul kurangnya pasokan kayu sebagai bahan baku rumah.

Disebutkannya, intensitas penebangan kelapa persentasenya sebanyak 10 persen, namun dapat diimbangi dengan peningkatan produksi.

Catatan Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan, Pemkot Pariaman, tanaman kelapa jumlahnya cukup banyak di Kota Pariaman sekitar lebih kurang 300 ribu batang.

Bagi masyarakat Kota Pariaman tanaman kelapa ini menjadi andalan ekonomi guna memenuhi kebutuhan hidup. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya berdiri industri minyak goreng, dan keberadaan industri ini banyak menggunakan tenaga kerja lokal. kompas.com